Sabtu, 09 April 2011

Contoh Proposal PTK

CONTOH PROPOSAL PTK
Oleh : Drs. Agus Subandi Guru SMAN 5 Karawang
“ Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Matamatika Siswa Dengan Menggunakan Media VCD”

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dalam menunjang kemajuan bangsa di masa depan. Melalui pendidikan manusia sebagai subjek pembangunan dapat dididik, dibina dan dikembangkan potensi-potensinya. Tujuan ini agar menjadikan mereka manusia yang berkualitas, sebagaimana yang tertera dalam Undang-undang RI No.20 tahun 2003 tentang fungsi pendidikan nasional Bab II pasal 3 yang berbunyi :
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Perwujudan fungsi pendidikan nasional tersebut masih mendapatkan banyak permasalahan. Diantaranya masih rendahnya prestasi belajar siswa, rendahnya minat/motivasi belajar siswa sarana dan fasilitas pendidikan yang masih terbatas.
Pelajaran Matamatika adalah pelajaran yang sangat penting. Tetapi pelajaran ini selalu dipersoalkan baik dari sisi jam pelajaran bahkan sering menjadi kambing hitam penyebab kemorosotan moral siswa. Secara kognitif, pelajaran ini tidak masalah tetapi pada aspek afektif dan psikomotor kurang mendapat porsi yang baik.
Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa banyak sekali macamnya. Dua diantara faktor-faktor tersebut adalah faktor yang berasal dari luar diri pembelajar dan faktor yang berasal dari dalam diri pembelajar. Faktor yang berasal dari luar diri siswa dapat berupa faktor nonsosial dan faktor dari dalam diri siswa dapat berupa kondisi fisiologis ataupun psikologis, yakni hal-hal yang mendorong aktivitas belajar misalnya, motivasi belajar siswa.
Pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah-sekolah selama ini masih menyelenggarakan pendidikan dengan segala keterbatasan yang ada. Hal ini dipengaruhi oleh ketersediaan dana, serta kemampuan guru untuk mengembangkan model pembelajaran yang efektif. Dalam PP nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan disebutkan dalam pasal 19 sampai dengan 22 tentang standar proses pendidikan, bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara VCD, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Adanya keteladanan pendidik, adanya perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan pengawasan yang efektif dan efisien dalam proses pembelajaran. Berdasarkan standar yang ditetapkan di atas maka proses pembelajaran yang dilakukan antara peserta didik dengan pendidik seharusnya dapat menggunakan metode dan media yang sesuai sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
Seiring dengan kebutuhan akan metode pembelajaran yang lebih efektif, efisien dan memberikan nuansa menyenangkan pada siswa juga dengan berkembangnya teknologi komputer pada saat ini maka pemanfaatan teknologi informasi sangat dibutuhkan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. TIK telah mengubah wajah pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara guru dengan siswa baik di kelas maupun di luar kelas. Untuk itu media VCD dengan sistem multimedia merupakan salah satu alternatif alat bantu pembelajaran yang cukup menarik dan dapat membangkitkan motivasi belajar siswa.
Fungsi khusus media dalam pembelajaran diantaranya untuk membangkitkan minat atau motivasi belajar siswa, menghindari atau mengurangi terjadinya salah komunikasi dan untuk membuat konsep disajikan menjadi konkret sehingga dapat lebih dipahami, dimengerti dan dapat disajikan sesuai dengan tingkat-tingkat berpikir siswa. Hal ini juga didukung dengan kelebihan multimedia sebagai media pembelajaran di antaranya : multimedia menyediakan proses VCD dan memberikan kemudahan umpan balik, memberikan kebebasan pada siswa dalam menentukan topik proses belajar, dapat mengatasi sikap pasif anak didik, memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbal, dan menimbulkan persepsi yang sama pada peserta didik tentang materi yang diajarkan.
Media VCD ini merupakan media yang dibuat dengan bantuan komputer dengan menggunakan sistem multimedia yang di dalamnya memuat unsur teks, gambar, animasi dan suara. Dengan demikian media ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar Matamatika siswa sehingga prestasi dan hasil belajar siswa dapat meningkat pula. Untuk itu peneliti melakukan penelitian yang berjudul : “Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Matamatika Siswa Dengan Menggunakan Media VCD.

B. Identifikasi Masalah

Area dalam penelitian tindakan kelas ini adalah kelas XI IPA 3 SMAN X Ciputat pada tahun ajaran 2007/2008. Jumlah siswa dalam kelas penelitian ini 35 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 25 siswa perempuan. Secara umum kemampuan akademik siswa kelas XI IPA 3 masih relatif rendah meskipun siswa tersebut masuk pada program IPA. Hal ini terlihat dari nilai ujian semester siswa pada kelas X, dimana masih banyak siswa yang mendapatkan nilai di bawah kriteria ketuntasan belajar (KKM) yang ditetapkan sekolah.
Dari latar belakang yang dikemukakan di atas dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut :
a. Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar Matamatika siswa?
b. Upaya apakah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar Matamatika siswa?
c. Apakah penggunaan media VCD dapat meningkatkan motivasi belajar Matamatika siswa?
d. Kendala apa saja yang mungkin dihadapi dalam pembelajaran Matematika dengan menggunakan media VCD?
Fokus penelitian ini adalah meningkatkan motivasi belajar Matamatika siswa dengan menggunakan media VCD. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA 3 SMAN X Ciputat.

C. Pembatasan Masalah Penelitian
Untuk lebih memfokuskan masalah, penelitian ini dibatasi pada penggunaan media VCD dalam upaya meningkatkan motivasi belajar Matamatika siswa. Beberapa istilah terkait dengan masalah tersebut diberi batasan isitilah sbb:
1. Motivasi belajar yang dimaksud adalah motivasi belajar siswa setelah diberi perlakuan penggunaan media VCD.
2. Media VCD yang dimaksud berupa multimedia VCD yang di dalamnya memuat unsur teks, gambar animasi, juga suara.

D. Perumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan masalah yang telah dibatasi seperti di atas, maka perumusan masalah yang diajukan adalah sebagai berikut : “Apakah penggunaan media VCD dapat meningkatkan motivasi belajar Matamatika siswa?”

E. Tujuan dan Kegunaan Hasil Penelitian
1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui/mengumpulkan informasi tentang penggunaan media VCD dalam meningkatkan motivasi belajar Matematika siswa.
b. Untuk mengetahui/mengumpulkan informasi tentang persepsi siswa terhadap penggunaan media VCD dalam pembelajaran Matematika.



2. Kegunaan Hasil Penelitian
Secara umum hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan masukan bagi program pendidikan Matamatika dan juga dapat memberikan tambahan wawasan yang berkaitan dengan penggunaan media VCD dalam pembelajaran Matamatika bagi pihak-pihak terkait, yakni:
a. Manfaat bagi guru
1). Membantu guru dalam upaya penentuan strategi pengajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar Matamatika siswa.
2). Pertimbangan guru dalam mengajar menggunakan media VCD baik dari segi persiapan mengajar maupun kendala-kendala yang dihadapi.
b. Manfaat bagi siswa
Apabila hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media VCD dapat meningkatkan motivasi belajar Matamatika siswa, maka melalui media ini siswa akan mudah menyerap materi, meningkatkan keaktifan siswa dan memberikan suasana belajar baru dalam belajar Matamatika.
c. Manfaat bagi sekolah
Sebagai bahan masukan bagi sekolah tentang peranan media VCD dalam rangka perbaikan mutu pendidikan.
d. Manfaat bagi pembaca
Dapat dijadikan kajian positif dan penelitian diteliti lebih lanjut.
e. Manfaat bagi program penyedia guru Matamatika
Menjadi pertimbangan dan masukan tentang perlu tidaknya memasukan unsur penggunaan media VCD dalam kurikulum pembelajaran di sekolah.


F. Kajian teori/Kerangka Teoretik
(Teori dikutip dari buku-buku, jurnal hasil penelitian dll. yang terkait dengan judul penelitian –masalah dan tindakan), meliputi:
a. Konsep Pendidikan Matamatika
b. Konsep Motivasi dan Motivasi Belajar Matamatika
c. Pembelajaran dengan VCD
d. Media VCD sebagai alternatif media dalam pembelajaran Matamatika

G. Hipotesis Tindakan
Penggunaan media VCD dapat meningkatkan motivasi belajar Matamatika siswa

H. Metodologi Penelitian
1. Seting Penelitian
a. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMA X Ciputat yang beralamat di ...................................Ciputat.
b. Waktu Penelitian
Penelitian dimulai dari 12 Juli – 29 Agustus 2007.
2. Metode Penelitian dan Rancangan Siklus Penelitian
Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas atau classroom action research, yaitu penelitian yang dilakukan di kelas dengan tujuan memperbaiki atau meningkatkan mutu praktik pembelajaran. Metode penelitian kelas ini dilakukan pada pembelajaran Matamatika dengan menggunakan media VCD guna meningkatkan motivasi belajar Matamatika siswa dengan pokok bahasan statistika.
Dalam penelitian ini, peneliti mencoba menggunakan beberapa siklus, dimana tiap-tiap siklus terdiri dari empat tahapan, diantaranya:
1. Perencanaan (Planning).
2. Tindakan (Acting)
3. Pengamatan (Observation)
4. Refleksi (Reflecting)
Berdasarkan analisis tersebut maka dapat ditentukan apakah siklus selanjutnya perlu dilanjutkan atau tidak. Sedangkan penelitian akan diakhiri atau dihentikan dengan kriteria sebagai berikut :
1). Hasil pengamatan telah menunjukkan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran sesuai rencana dan siswa memperlihatkan motivasi yang tinggi dalam belajar Matamatika.
3). Tes yang diberikan pada setiap akhir siklus 60% dari jumlah siswa mendapatkan skor ≥ nilai rata-rata tes keseluruhan siswa.
Adapun desain penelitian tindakan kelas yang akan dilaksanakan digambarkan sebagai berikut :

Tabel 1
Diagram Desain Penelitian
SIKLUS I SIKLUS II SIKLUS III




















Catatan:
Apabila permasalahan belum terselesaikan dilanjutkan ke siklus selanjutnya

3. Subjek Penelitian
Subjek penelitian yang dimaksud adalah sasaran penelitian, yakni siswa SMAN 2 Ciputat, kelas XI IPA 3 tahun ajaran 2007/2008, dalam kaitan dengan motivasi belajar dan penggunaan metode pembelajaran dengan VCD.

4. Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai perancang dan pelaksana kegiatan. Peneliti membuat perencanaan kegiatan, melaksanakan kegiatan, melakukan pengamatan, mengumpulkan dan menganalisis data serta melaporkan hasil penelitian. Dalam penelitian ini peneliti dibantu seorang guru sebagai mitra kolaborasi (kolaborator), guru ini adalah guru mata pelajaran Matamatika kelas XI IPA3 yang bertindak sebagai observer (pengamat).

5. Tahapan Perencanaan Kegiatan
Tahap penelitian ini dimulai dengan tahap prapenelitian yang akan dilanjutkan dengan siklus 1, setelah melakukan analisis dan refleksi pada siklus 1 penelitian akan dilanjutkan dengan siklus 2 dan seterusnya.
Adapun tahapan penelitian tindakan kelas yang akan dilaksanakan digambarkan sebagai berikut :
Tabel 2
Tahapan Penelitian Kegiatan Pendahuluan

Kegiatan Pendahuluan
1 Observasi ke SMAN 2 Ciputat
2 Mengurus surat izin penelitian
3 Membuat instrumen penelitian
4 Mempersiapkan media VCD
5 Menghubungi kepala sekolah
6 Diskkusi awal dengan guru mata pelajaran
7 Menentukan kelas subjek penelitian
8 Menyiapkan angket motivasi belajar Matamatika pada kelas subjek penelitian untuk mengetahui skor motivasi belajar awal
9 Menyiapkan pedoman observasi proses pembelajaran di kelas penelitian
10 Mensosialisasikan pembelajaran Matamatika dengan menggunakan media VCD pada siswa yang menjadi subjek penelitian
Tabel 3
Tahap Penelitian Siklus I

SIKLUS I Tahap Perencanaan

1. Menyiapkan kelas tempat penelitian (laboratorium komputer)
2. Membuat rencana pengajaran
3. Mendiskusikan RPP dengan guru kolaborator
4. Menyiapkan materi ajar untuk setiap pertemuan
5. Menyiapkan lembar observasi siswa dan guru, wawancara, catatan lapangan serta keperluan observasi lainnya
6. Menyiapkan soal latihan dan PR pada setiap pertemuan
7. Menyiapkan soal akhir siklus
8. Menyiapkan alat dokumentasi
Tahap Pelaksanaan


1. Menyampaikan langkah-langkah menggunakan media VCD pada siswa
2. Siswa mempelajari materi statistika yang meliputi: pengertian-pengertian dasar statistika, penyajian data dalam bentuk tabel dan diagram
3. Guru membimbing siswa mempelajari materi melalui media VCD
4. Mengerjakan soal-soal latihan yang ada dalam media VCD
5. Memberikan soal latihan dan PR
6. Penilaian hasil tes siklus 1
7. Mewawancarai guru dan siswa
8. Dokumentasi
Tahap Observasi


Tahap ini berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan yang terdiri dari observasi terhadap siswa dan guru, mencatat semua hal yang terjadi selama proses pembelajaran.

Refleksi


Menentukan keberhasilan dan kekurangan dari pelaksanaan siklus 1 yang akan dijadikan dasar pelaksanaan siklus berikutnya.


Tabel 4
Tahap Penelitian Siklus II
SIKLUS II Tahap Perencanaan


1. Menyiapkan media dan alat-alat (seperti headset, speaker dan keperluan lainnya dalam penelitian)
2. Menyiapkan kelas tempat penelitian (laboratorium komputer)
3. Membuat rencana pengajaran
4. Mendiskusikan RPP dengan guru kolaborator
5. Menyiapkan materi ajar untuk setiap pertemuan
6. Menyiapkan lembar observasi siswa dan guru, wawancara, catatan lapangan serta keperluan observasi lainnya
7. Menyiapkan soal latihan dan PR pada setiap pertemuan
8. Menyiapkan soal akhir siklus
9. Menyiapkan alat dokumentasi
Tahap Pelaksanaan


1. Memberikan pengarahan bagi siswa yang masih kesulitan menggunakan media VCD
2. Siswa mempelajari materi statistika yang meliputi: mean, median, modus dan kuartil untuk data tunggal dan kelompok
3. Guru membimbing siswa mempelajari materi melalui media VCD
4. Mengerjakan soal-soal latihan yang ada dalam media VCD
5. Memberikan soal latihan dan PR
6. Penilaian hasil tes siklus 2
7. Mewawancarai guru dan siswa
8. Dokumentasi
Tahap Observasi


Menganalisis data yang telah terkumpul pada setiap pertemuan.

Refleksi


Menentukan keberhasilan dan kekurangan dari pelaksanaan siklus 2 yang akan dijadikan dasar pelaksanaan siklus berikutnya. Dan seterusnya.

B. Teknik Pengumpulan Data (Data dan Sumber data)
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai guru dan siswa, siswa menyelesaikan soal tes tiap akhir siklus, memberikan angket motivasi belajar Matamatika pada siswa diawal dan diakhir siklus 3, melakukan observasi ketika proses belajar mengajar berlangsung dan untuk melengkapi hasil penelitian pengumpulan data juga dilakukan dengan memberikan angket persepsi siswa terhadap pembelajaran Matamatika dengan menggunakan media VCD. Hasil setiap pengamatan didiskusikan oleh peneliti bersama guru kolaborator pada saat menganalisis data untuk membuat tindakan pada siklus berikutnya.
Data dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif
1. Data kualitatif: hasil observasi proses pembelajaran, catatan lapangan, hasil wawancara terhadap guru dan siswa, hasil angket motivasi belajar Matamatika siswa, hasil angket persepsi siswa terhadap media VCD, hasil dokumentasi (berupa foto kegiatan pembelajaran).
2. Data kuantitatif: nilai raport siswa, nilai tes akhir siklus dan nilai ulangan harian siswa.
Sumber data : sumber data dalam penelitian ini adalah guru, siswa dan peneliti.

C. Instrumen Pengumpulan data yang Digunakan
Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini terdiri atas dua jenis yaitu tes dan non-tes. Untuk tes digunakan tes formatif yaitu tes yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus. Tes Ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa sehingga dapat mengukur motivasi belajar siswa. Sedangkan untuk nontes instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, angket, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi.

D. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan Studi
Untuk memperoleh data yang valid, yaitu yang objektif, sahih dan handal dalam penelitian ini digunakan teknik triangulasi dan naturasi, diantaranya:
1. Menggali data dari sumber yang sama dengan menggunakan cara yang berbeda. Untuk memperoleh informasi tentang aktivitas siswa dilakukan dengan mengobservasi siswa, dan memeriksa catatan siswa.
2. Menggali data dari sumber yang berbeda untuk memperoleh informasi tentang hal yang sama. Untuk memperoleh tentang pemahaman siswa dilakukan dengan memeriksa hasil tes siswa, mengadakan wawancara dengan guru dan melihat hasil observasi guru mitra.
3. Memeriksa kembali data-data yang telah terkumpul, baik tentang kejanggalan-kejanggalan, keaslian maupun kelengkapannya.
4. Mengulang pengolahan dan analisis data yang sudah terkumpul.
Agar diperoleh data yang valid, instrumen angket motivasi belajar Matamatika siswa diujicobakan untuk mengetahui dan mengukur validitas dan reliabilitasnya.
a. Validitas
Untuk menghitung validitas empiris instrumen angket motivasi belajar digunakan rumus product momen.
b. Reliabilitas
Untuk mengetahui reliabilitas instrumen angket digunakan rumus Alpha Cronbach

E. Analisis Data dan Interpretasi Hasil
Proses analisis data terdiri atas analisis data pada saat di lapangan yaitu pada saat pelaksanaan kegiatan dan analisis data yang sudah terkumpul. Data yang sudah terkumpul berupa hasil wawancara, hasil skor motivasi belajar, hasil observasi, hasil tes siswa dan catatan lapangan. Semua data di analisis dengan menggunakan analisis deskriptif.
Tahap analisis data dimulai dengan membaca keseluruhan data yang ada dari berbagai sumber, kemudian mengadakan reduksi data, menyusunnya dalam satuan-satuan, dan mengkategorikannya. Data yang diperoleh berupa kalimat-kalimat dan aktivitas-aktivitas siswa diubah menjadi kalimat yang bermakna dan alamiah. Kriteria keberhasilan peningkatan motivasi adalah terjadinya peningkatan motivasi belajar Matamatika yang terlihat dari hasil pengamatan telah menunjukkan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran sesuai rencana dan siswa memperlihatkan motivasi yang tinggi dalam belajar Matamatika dan skor motivasi belajar Matamatika menunjukkan angka yang signifikan serta hasil tes menunjukkan 60% dari jumlah siswa kelas subjek penelitian mendapatkan nilai ≥ nilai rata-rata tes keseluruhan.

F. Pengembangan Perencanaan Tindakan
Setelah tindakan pertama (siklus 1) selesai dilakukan dan hasil yang diharapkan belum mencapai kriteria keberhasilan yaitu peningkatan motivasi belajar Matamatika maka akan ditindak lanjuti untuk melakukan tindakan selanjutnya sebagai rencana perbaikan pembelajaran.
Penelitian ini berakhir, apabila peneliti menyadari bahwa penelitian ini telah berhasil menguji penggunaan media VCD dalam meningkatkan motivasi belajar Matamatika siswa dengan pokok bahasan statistika. Banyak faktor lain yang ikut mempengaruhi motivasi belajar Matamatika siswa, untuk itu masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan faktor-faktor lain tersebut.

SELESAI ...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar